Keamanan di Dapur


Dapur merupakan salah satu tempat yang paling berbahaya di rumah. Di dapur terdapat banyak benda yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali fungsi-fungsi dari alat-alat memasak, seberapa besar pemanasan yang diperlukan dan bagaimana cara menangani bahkan mematikan api yang berasal dari lemak yang terbakar.

Hal-hal ini sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak kita dari panas dan alat-alat masak sehingga menghindari luka-luka, kerusakan akibat terbakar dan bahkan kematian. Ada beberapa situasi yang memicu munculnya api saat memasak. Yang paling sering terjadi adalah ketika memasak secara berantakan dan meninggalkan dapur. Dan hal-hal tersebut sering dipicu oleh gangguan-ganggguan seperti memperhatikan anak-anak yang sedang bermain, menjawab telpon, melihat televisi dan membukakan pintu tamu.

Mengapa Begitu?
1. Memasak secara berantakan
Barang-barang yang diletakkan sembarangan dapat terbakar secara tidak sengaja. Jangan meletakkan serbet/lap, kain cempal, kardus bekas maupun kantung plastik bekas didekat kompor maupun alat-alat masak lainnya yang masih panas. Bersihkan kompor dan oven Anda dari bekas-bekas minyak, karena minyak dapat mudah sekali terbakar. Apabila terjadi api di penggorengan segera tutup dengan tutup penggorengan atau dengan penggorengan/alat masak lain yang lebih besar. Jangan menggunakan air ataupun bahan-bahan masak seperti tepung, baking soda atau baking power pada api yang disebabkan oleh minyak, karena hal tersebut dapat menjadikan api semakin besar. Jangan memindahkan penggorengan yang terbakar ke tempat cuci piring, karena anda dapat secara cepat menyebarkan api.

2. Gunakan Baju yang aman di Dapur
Jangan menggunakan baju yang longgar dan dapat mudah terbakar, seperti kain bertumpuk dan berumbai.

By ANDY SUBANDONO



Related Posts with Thumbnails

Informasi yang lain, ada di bawah ini...