Memancing Uang Butuh Kesabaran


Belakangan ini saya sedang gandrung memancing ikan. Saya bisa memancing di mana saja, di sungai, laut, bahkan di kolam pemancingan… yang terakhir itu kedengarannya yang paling menyenangkan. Karena di kolam pemancingan pasti ikannya melimpah dan sudah pasti hasil tangkapan kita bisa banyak.

Ah! Tapi apa benar? Menurut pengalaman saya, ternyata tidak selalu begitu. Meski kita memancing di akuarium sekalipun, belum tentu umpan kita sukses dimakan ikan. Kok bisa? Memancing memang kelihatannya mudah. Tinggal menunggu dan menunggu. Tapi, tunggu dulu, apakah anda sudah pernah memancing? Kalau belum, silakan anda coba dulu. Rasakan bagaimana rasanya menunggu datangnya ikan. Dan, kemudian baru anda akan tahu acara memancing itu ternyata perlu banyak ritual.

Maksudnya bukan ritual upacara adat dan sejenisnya. Tapi, ritual menyiapkan segala peralatan dan persiapan. Juga, memancing itu perlu ilmu. Anda mesti tahu kebiasaan ikan nongol di permukaan, kapan saat yang tepat menggunakan blower. Oya, masing-masing ikan itu punya jenis umpan yang berbeda lho! jangan salah… ikan juga punya selera. Bukan cuma manusia saja yang punya lidah. Kalau orang Padang suka makanan pedas, orang Jogja suka yang manis. Nah, ikan juga begitu. Pernah dengar peribahasa lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain pula ikannya? Tapi saya tidak akan menjelaskan soal makanan ikan panjang lebar di sini.

Inti dari memancing sebenarnya cuma satu. Kesabaran. Benar, ilmu memancing yang harus anda kuasai ya ilmu sabar. Memancing sungguh memberikan pelajaran tentang arti kesabaran yang luar biasa pada diri saya. Sering kali saya menghabiskan waktu lebih dari 2 jam demi menunggu seekor ikan datang. Wah, kalau sudah dapat ikan, rasanya kepercayaan diri saya langsung meninggi. Walaupun yang saya dapat cuma seekor ikan mini. Saya percaya selanjutnya pasti akan ada ikan lain yang memakan umpan saya. Tidak apa kalau saya dapat ikan kecil. Yang penting umpan saya laku.

Inilah yang mengilhami saya bahwa memancing itu tak jauh beda dengan bisnis internet. Memancing adalah analogi yang pas untuk sebuah proses merintis bisnis internet. Untuk lebih mudahnya, begini… bisnis internet dan memancing punya 3 kesamaan. Kira-kira apa saja ya?
1. Sama-sama perlu kesabaran.
Itulah kenapa saya katakan di atas sekalipun anda memancing di akuarium, belum tentu anda mendapat seekor ikan. Kuncinya sabar. Kita tidak bisa memaksa ikan untuk memakan umpan kita. Tanpa adanya kesabaran, berapapun banyakya ikan yang ada di depan anda, semuanya percuma. Karena yang ada di kepala anda, “cepat makan! Ayo makan!” hasrat anda untuk mendapat ikan banyak sudah tercetak di kepala. Kalau anda tidak cepat mendapat ikan, saya yakin anda frustasi dan membuang alat pancing anda. Anda wajib menanam kesabaran dalam diri anda. Ini mutlak dimiliki semua pebisnis. Jika anda tidak sabar, saya yakin anda tidak akan pernah sukses. Menunggu pembeli datang memang bukan hal yang mengenakkan. Kita tidak bisa memaksa pengunjung untuk membeli produk kita. Tapi, ini justru menarik. Saat-saat seperti inilah yang menegangkan. Dulu, waktu produk saya pertama kali launching, saya juga mengalaminya. Sempat ragu, takut kalau-kalau tidak ada orang yang tertarik dengan produk saya. Tapi, untunglah saya menyimpan banyak stok kesabaran. Dengan kesabaran inilah saya selalu yakin bahwa akan datang seorang pembeli pertama. Dan, benar! Bukan cuma pembeli pertama saja yang datang. Sampai sekarang produk saya terus diminati pengunjung. Nah, kalau sekarang anda sudah launching produk, sudah gencar promosi, dan belum ada pembeli yang memakan umpan anda, jangan resah! Selama usaha kita sudah optimal, saya yakin selalu ada orang yang datang untuk membeli.

2. Sama-sama perlu modal dan persiapan.
Dasar dari kesabaran sebenarnya ya dari modal dan persiapan ini. memancing perlu alat pancing dan umpan. Atau bahkan kalau mau hasil tangkapannya maksimal, kita perlu perahu. Selama kita sudah punya “alat perang” ini, ya kita cuma perlu sabar. Memancing juga perlu trik dan tips. Tanpa itu semua sudah pasti anda hanya akan menunggu dan menunggu di tepi kali. Tak ada ikan yang menghampiri. Nah, berbeda kalau anda sudah tahu hari ini ikan apa yang biasa muncul? Makanan apa yang mereka sukai? Jam berapa saja mereka nongol? Dalam bisnis, ini sama dengan melakukan riset, dan persiapan pra-launching. Baru setelah itu anda bisa membuat produk dan memasang iklan dimana-mana, membuat sales copy dan copy writing, melakukan survey, dan memberikan gratisan. Lalu , apalagi yang anda khawatirkan?

3. Sama-sama perlu konsistensi.
Inti dari konsistensi adalah kesungguhan dan kesenangan hati. Tak peduli berapa lama anda nongkrong di kolam, kalau anda memang suka ya pasti anda lakoni. Apapun yang anda lakukan selama anda menjalankannya secara konsisten, pasti akan membuahkan hasil yang baik. Meski hari ini anda tidak mendapat seekor ikan pun, jika esok hari anda tetap setia dan memancing lagi, saya yakin ikan yang besar menunggu kail anda. Dan, selama anda tetap menjaga kesenangan hati, saya yakin anda akan tersenyum setiap hari. Walaupun di hari kedua anda memancing anda hanya mendapat ikan yang kecil.

Nah, walaupun hari ini hanya ada satu pembeli yang datang pada anda, jangan menyerah! Teruslah memasang iklan. Buat semua orang di dunia ini tahu kalau anda punya produk yang mereka butuhkan. Teruslah memperbaiki sales copy anda. Teruslah tersenyum dan percaya esok hari anda akan dapat lebih baik…

By Joko Susilo
Kunjungi situsnya: FormulaBisnis.com
Related Posts with Thumbnails

Informasi yang lain, ada di bawah ini...